Beranda » Mustika » Asal-Usul dan Makna Gestur Tiga Jari: Dari Fiksi The Hunger Games hingga Aksi Protes di Indonesia

Asal-Usul dan Makna Gestur Tiga Jari: Dari Fiksi The Hunger Games hingga Aksi Protes di Indonesia

MUSTIKATIMES.ONLINE – Gestur tiga jari atau three-finger salute telah lama menjadi salah satu simbol perlawanan paling ikonik di era modern. Sering dijumpai dalam berbagai aksi demonstrasi di seluruh dunia, simbol ini mencerminkan solidaritas yang kuat sekaligus bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kekuasaan otoriter.

Namun, di balik penggunaannya yang masif, makna dan konteks dari gestur ini terus berkembang menyesuaikan situasi politik di setiap negara.

Bagi sebagian besar masyarakat, asal-usul visual gestur tiga jari dipopulerkan oleh waralaba novel dan film populer, The Hunger Games. Dalam cerita fiksi tersebut, salam tiga jari digunakan oleh distrik-distrik tertindas sebagai tanda perpisahan, rasa hormat, dan solidaritas untuk melawan Capitol yang otoriter.

Tanpa disangka, fiksi ini bertransisi menjadi gerakan nyata di berbagai belahan dunia:

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, KM3NAS DPP IMM Desak Pengusutan Dugaan Intimidasi terhadap Santriwati

  • Thailand (2014): Para demonstran pro-demokrasi mengadopsi gestur ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kudeta militer dan pembatasan kebebasan sipil.

  • Myanmar (2021): Simbol yang sama kembali bergema ketika rakyat Myanmar turun ke jalan menolak pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh militer di negara mereka.

Di Indonesia, gestur tiga jari juga kerap diadopsi oleh berbagai kelompok masyarakat, terutama mahasiswa dan elemen buruh, untuk menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah serta menunjukkan solidaritas kolektif.

Meski memiliki akar inspirasi global, penggunaannya di Tanah Air selalu terikat erat dengan isu-isu domestik yang sedang diperjuangkan. Contoh terbarunya terlihat dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh aliansi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Mahasiswi STAIM Blora Sabet Emas Angkat Besi di Porprov Jateng 2026

Dalam aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Sadar” yang berlangsung di Bundaran HI, Jakarta, massa mahasiswa tampak kompak mengacungkan gestur tiga jari. Berdasarkan laporan NU Online, pengacungan tiga jari dalam aksi ini membawa pesan khusus yang merepresentasikan keresahan publik, yaitu:

  1. Sadar Dipalak

  2. Sadar Dibakar

  3. Sadar Dimiskinkan

Pesan tersebut merefleksikan kritik sosial terhadap berbagai tekanan ekonomi dan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat luas.

Mahasiswa STAI Muhammadiyah Blora Ikut KKN-KI PTMA di Malaysia

Gestur tiga jari bukan sekadar tren visual yang diambil dari budaya pop, melainkan bahasa universal perlawanan rakyat. Baik di layar lebar maupun di jalanan kota-kota besar, simbol ini terus hidup sebagai pengingat bahwa solidaritas publik adalah kekuatan terbesar dalam menuntut transparansi, keadilan, dan perubahan nyata.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *