Beranda » Mustika » Berteman dengan Positif, Santri Yayasan Amana Sabilurrasyad Belajar Saling Menghargai

Berteman dengan Positif, Santri Yayasan Amana Sabilurrasyad Belajar Saling Menghargai

Kendal, Mustika Times – Mahasiswa Praktik Pengalaman Profesi (PPP) Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan bimbingan klasikal dengan tema “Berteman dengan Positif” bersama santri kelas tujuh Yayasan Amana Sabilurrasyad, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah pencegahan bullying dan membantu siswa memahami pentingnya membangun pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan saling mendukung.

Dalam kegiatan tersebut, santri diajak berdiskusi mengenai ciri-ciri teman positif, seperti saling menghargai, jujur, mendukung, dapat dipercaya, serta berani meminta maaf.

Santri juga diajak membahas berbagai bentuk candaan dan perilaku dalam pertemanan yang dapat membuat teman merasa tidak nyaman.

Pelatihan Peer Support Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad, Bekali Anggota dengan Keterampilan Konseling Sebaya

Kegiatan semakin menarik, ketika peserta diajak bermain game interaktif, yaitu berupa saling memberikan kalimat positif kepada teman. Setiap siswa diberi kesempatan menyampaikan apresiasi atau hal baik yang mereka lihat dari teman.

Melalui permainan ini, siswa belajar untuk lebih peka terhadap kelebihan orang lain sekaligus membangun suasana pertemanan yang hangat.

“Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak hanya mengenali pertemanan yang positif, tetapi juga mempraktikkan bagaimana menjadi teman yang dapat memberikan rasa aman dan  dukungan,” ujar mahasiswa PPP, Karimatus Salma.

Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa PPP Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Walisongo berharap siswa dapat menerapkan nilai-nilai pertemanan positif dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan kelas dan pondok yang lebih aman, nyaman, dan saling mendukung.

IMM Berdampak, Sinergi Kebaikan Sasar 24 Warga di Tiga Desa

 

 

 

 

Bukan Sekadar Mengenang G30S, Mahasiswa STAIM Blora Diajak Membaca Luka Sejarah dengan Jernih

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *