Beranda » Mustika » Pelatihan Peer Support Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad, Bekali Anggota dengan Keterampilan Konseling Sebaya

Pelatihan Peer Support Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad, Bekali Anggota dengan Keterampilan Konseling Sebaya

Kendal, Mustika Times – Peer Support Sabilurrasyad bersama Bimbingan dan Konseling (BK) Sabilurrasyad menyelenggarakan Pelatihan Peer Support di Room Meeting Yayasan Amana Sabilurrasyad, Kendal dengan di dampingi Mahasiswa Praktik Pengalaman Profesi (PPP) Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang, pada Selasa (29/9/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan anggota Peer Support dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya. Selain keterampilan mendengarkan dan memberikan dukungan, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai kebutuhan teman sebaya serta kode etik dasar dalam konseling.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada anggota Peer Support bagaimana menjadi konselor untuk teman sebaya,” ujar Fasilitator sekaligus guru BK, Adhitya M. Yusuf Kurniawan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini, anggota Peer Support terpilih dari jenjang SMP kelas 8 dan 9 serta SMK. Bukan hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik peer counseling atau konseling sebaya.

Berteman dengan Positif, Santri Yayasan Amana Sabilurrasyad Belajar Saling Menghargai

Kemudian, peserta dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas tiga orang dengan peran sebagai konselor, konseli, dan observer. Melalui praktik tersebut, peserta diajak untuk memahami secara langsung bagaimana proses konseling sebaya dilakukan serta bagaimana membangun komunikasi yang aman dan suportif.

Selain praktik konseling, peserta juga menyusun program kerja sesuai dengan divisi masing-masing. Divisi yang terlibat meliputi Sekretaris, Preventif, Kuratif, Minat Bakat, Mading, serta Publikasi, Desain, dan Dokumentasi (PDD). Penyusunan program kerja tersebut dilakukan dengan pendampingan dari mahasiswa PPP Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo.

Sementara itu, Wakil Peer Support Putri, Syamara Mikaela Susilo, menyapaikan harapan terhadap keberlanjutan Peer Support, tidak berhenti hanya sebagai program, tetapi juga bisa untuk menjadi budaya yang positif di lingkungan yayasan.

“Semoga Peer Support Sabilurrasyad tidak hanya menjadi sebuah program, tapi juga menjadi budaya. Budaya untuk saling peduli, saling menjaga, dan saling menguatkan,” ujarnya.

IMM Berdampak, Sinergi Kebaikan Sasar 24 Warga di Tiga Desa

Hal senada juga disampaikan, Ketua Peer Support Putra, Bagas Seno, ia berharap semakin banyak siswa yang merasa aman untuk berbagi cerita dan semakin banyak pula teman sebaya yang bersedia menjadi pendengar.

“Semoga semakin banyak teman-teman yang berani bercerita, dan semakin banyak yang tergerak untuk mendengarkan,” ucapnya.

Melalui pelatihan ini, Peer Support Sabilurrasyad diharapkan mampu menjadi wadah dukungan sebaya yang dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli, suportif, dan terbuka. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, para anggota diharapkan dapat menjalankan perannya secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kode etik dan batasan dalam konseling sebaya.

 

Bukan Sekadar Mengenang G30S, Mahasiswa STAIM Blora Diajak Membaca Luka Sejarah dengan Jernih

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *