Beranda » Mustika » Tiga Kali Penjaringan, KKN UIN Walisongo Tutup Program Minat dan Bakat Siswa MI Wonoyoso dengan Perlombaan

Tiga Kali Penjaringan, KKN UIN Walisongo Tutup Program Minat dan Bakat Siswa MI Wonoyoso dengan Perlombaan

Semarang, Mustika Times – Sebanyak 142 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wonoyoso, Pringapus, Kabupaten Semarang mengikuti berbagai perlombaan yang digelar mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 18, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi penutup rangkaian program penjaringan minat dan bakat yang sebelumnya telah dilaksanakan tiga kali di MI Wonoyoso.

Program yang dikoordinasikan Divisi Pendidikan dan Agama itu melibatkan seluruh 15 mahasiswa KKN Posko 18. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan madrasah serta potensi yang ingin dikembangkan pada siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Penjaringan pertama digelar pada 31 Juli 2026 melalui pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan latihan upacara. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 1 Agustus dengan materi adzan, fikih, tata cara salat, dan latihan upacara.

Ciptakan Sekolah Aman, KKN MIT UIN Walisongo Ajak Siswa SDN 1 Klitih Stop Bullying

Pada penjaringan ketiga yang berlangsung 7 Agustus 2026, materi fikih dan tata cara salat digantikan dengan pembacaan Undang-Undang Dasar (UUD).

Hasil penjaringan tersebut selanjutnya diwujudkan dalam sejumlah perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan siswa.

Siswa kelas 1, 2, dan 3 mengikuti lomba estafet karet dan makan biskuit. Khusus kelas 1 juga digelar lomba mewarnai. Sementara siswa kelas 4 dan 5 mengikuti lomba adzan, sedangkan siswa kelas 6 mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC).

Khusus siswi kelas 4 dan 5, mahasiswa KKN Posko 18 juga menggelar lomba pembacaan UUD.

Seru dan Edukatif! Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SDN 1 Donosari untuk Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Sebagian perlombaan berlangsung di dalam kelas, sementara perlombaan lainnya digelar di halaman madrasah. Mahasiswa KKN turut terlibat sebagai juri dalam kegiatan tersebut.

Ketua Divisi Pendidikan dan Agama KKN Posko 18, Wibian Sinatria, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan potensi sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan madrasah.

“Banyak potensi yang seharusnya lebih dikembangkan dan didukung oleh madrasah. Kami berharap antara prestasi akademik dan kemampuan mereka bisa selaras seiring berjalannya waktu,” ujar Wibian.

Menurut Wibian, materi yang diberikan selama proses penjaringan disusun berdasarkan permintaan dan kebutuhan pihak madrasah. Mahasiswa KKN tidak menentukan materi secara sepihak sehingga kegiatan diharapkan memberikan manfaat yang relevan bagi siswa.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Dampingi Imunisasi Campak dan HPV di Kalianyar

Guru MI Wonoyoso, Siti Maslahah, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, program tersebut membantu siswa mengenali potensi sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih dengan kehadiran teman-teman KKN. Kegiatan ini membantu anak-anak melihat potensi mereka dan membuat mereka lebih termotivasi dalam dunia pendidikan,” ungkap Siti.

Salah satu siswa kelas 5, Farhan, juga mengaku senang mengikuti kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas membuat proses belajar menjadi lebih menarik.

“Saya senang bisa belajar di luar kelas dengan cara yang digunakan kakak-kakak KKN. Saya juga jadi tahu bagaimana tata upacara dan PBB yang benar,” kata Farhan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 18 dalam memberikan ruang bagi siswa MI Wonoyoso untuk mengembangkan kemampuan di luar aspek akademik, sekaligus melatih keterampilan dan keberanian dalam menunjukkan potensi mereka.

 

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *