Demak, Mustika Times – MI Misbachussunan di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, terus mengembangkan pendidikan berbasis keagamaan.
Madrasah yang berdiri sekitar dua hingga tiga tahun lalu tersebut menjadi satu-satunya madrasah ibtidaiyah di Desa Tlogoweru.
Saat ini, pihak yayasan masih merintis jenjang kelas 4 hingga kelas 6 seiring dengan perkembangan jumlah peserta didik.
Pemilik Yayasan MI Misbachussunan, Sunandar, mengatakan pihaknya optimistis jumlah siswa baru tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini insyaallah akan lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Sunandar, Jumat (29/8/2026).
Menurutnya, keberadaan RA dan PAUD dalam satu lingkungan yayasan menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan jumlah peserta didik. Siswa dari kedua lembaga tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke MI Misbachussunan.
Untuk menarik minat masyarakat, yayasan membangun hubungan dengan warga sekitar serta memberikan sejumlah kemudahan bagi orang tua.
Salah satunya berupa pemberian empat jenis seragam secara gratis, yaitu seragam merah putih, olahraga, batik, dan pramuka.
Yayasan juga memberikan kemudahan pembayaran bagi orang tua yang mengalami kendala ekonomi. Dalam kondisi tertentu, siswa yang melanjutkan pendidikan dari RA ke MI Misbachussunan mendapat potongan biaya hingga 50 persen.
Dari sisi pembelajaran, MI Misbachussunan mengembangkan pendidikan agama dan tahfidz sebagai program unggulan. Para siswa juga membiasakan doa bersama sebelum belajar dan melaksanakan salat dhuha.
Sunandar mengatakan pendidikan di MI Misbachussunan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan budi pekerti.
“Harapannya, Misbachussunan ini bisa menjadi penerang bagi anak-anak dalam membentuk budi pekerti,” katanya.
Saat ini, tiga guru mengajar di MI Misbachussunan. Salah satunya Siti Qomariyah yang telah mengajar selama sekitar dua setengah tahun.
Siti mengatakan dirinya tetap menikmati kegiatan mengajar meski madrasah masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses pengembangan.
“Meski masih dalam proses pengembangan, insyaallah tetap mendapat berkah karena mengajar. Saya juga senang bertemu anak-anak di sini, karena mereka semangat belajar,” ungkapnya.
Selain kegiatan pembelajaran, siswa MI Misbachussunan juga mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.
Yayasan berharap dukungan masyarakat dan pengembangan program pendidikan dapat membantu MI Misbachussunan meningkatkan jumlah peserta didik sekaligus memperkuat pendidikan umum dan keagamaan di Desa Tlogoweru.

Komentar