Beranda » Mustika » KKN UIN Walisongo Ajak Ibu Dusun Dawung dan Krajan, Ubah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

KKN UIN Walisongo Ajak Ibu Dusun Dawung dan Krajan, Ubah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

Semarang, Mustika Times – Sebanyak 30 Ibu dari Dusun Dawung dan Krajan mengikuti praktik pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick di Balai Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Senin (10/8/2026).

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 18 menggelar kegiatan tersebut melalui program kerja Divisi Kesehatan dan Lingkungan (Kesling).

Koordinator Divisi Kesling, Muhammad Ferdy Muamar Saputra, memimpin langsung praktik pembuatan ecobrick. Ia mengajak peserta memanfaatkan sampah plastik yang mahasiswa KKN kumpulkan dari lingkungan sekitar dan rumah warga.

Dalam praktik tersebut, peserta memasukkan potongan plastik ke dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter. Mereka kemudian memadatkan plastik hingga botol menjadi keras dan padat.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Dampingi Imunisasi Campak dan HPV di Kalianyar

Peserta selanjutnya menyusun empat ecobrick dan merekatkannya menjadi satu. Mereka menambahkan alas berbentuk lingkaran dari triplek, kemudian melapisinya dengan kain hingga menghasilkan kursi sederhana.

Sebelum mengikuti praktik, sebagian peserta belum mengetahui ecobrick maupun cara membuatnya. Karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan.

Ferdy mengatakan, mahasiswa KKN memilih kegiatan tersebut karena masih banyak limbah plastik di lingkungan sekitar yang belum termanfaatkan.

“Kami melihat masih banyak limbah plastik yang belum dapat diolah dan justru berpotensi merusak lingkungan. Karena itu, kami mencoba mengenalkan ecobrick sebagai salah satu cara sederhana untuk memanfaatkannya,” ujar Ferdy.

Eksplorasi Seni, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Sanggar Pelukis Nasional Asal Desa Kalianyar

Sementara itu, Kepala Dusun Dawung yang juga menjabat Plt. Kepala Dusun Krajan, Sujito, turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.

Ia berharap keterampilan yang diperkenalkan mahasiswa KKN dapat membantu warga mengurangi limbah plastik sekaligus mencegah kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.

“Harapannya pelatihan ecobrick ini dapat bermanfaat untuk mengurangi limbah sampah plastik dan pembakaran liar sampah,” kata Sujito.

Salah satu peserta, Tutik Asropin, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru. Ia mengetahui bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.

KKN UIN Walisongo Ajak 185 Santri MA Manba’ul Qur’an Bijak Bermedia Sosial dan Menggunakan AI

“Kegiatan sore ini memberikan pencerahan bahwa limbah plastik ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna,” ujar Tutik.

Dari kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama peserta menghasilkan empat ecobrick. Mereka kemudian menyusunnya menjadi satu kursi dan memberikannya kepada Sujito sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat pentingnya pengelolaan sampah.

Mahasiswa KKN berharap warga dapat menerapkan pengolahan sampah plastik secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, ecobrick tidak hanya menjadi hasil praktik, tetapi juga salah satu alternatif untuk mengurangi sampah plastik yang berpotensi dibakar atau mencemari lingkungan.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *