BUSAN, MUSTIKATIMES.online – STKIP Muhammadiyah Blora terus memperkuat taringnya di kancah pendidikan tinggi internasional. Kali ini, perguruan tinggi asal Jawa Tengah tersebut berhasil memaparkan hasil penelitian bersama (joint research) skala global dalam ajang seminar internasional yang berlangsung di Busan, Korea Selatan.
Riset kolaboratif yang menggandeng Our Lady of Fatima University (OLFU) Filipina tersebut dipresentasikan dalam perhelatan 3rd International Conference on Business Administration and Communication (ICOBAC) yang terintegrasi dengan konferensi INOBIST pada 8–9 Agustus 2026.
Kegiatan ilmiah bertaraf internasional ini diselenggarakan secara hybrid di Busan International College (BIC), Tongmyong University (TU), Korea Selatan, dengan fokus pada inovasi bisnis, ilmu sosial, serta teknologi.
Dalam forum internasional tersebut, perwakilan STKIP Muhammadiyah Blora, Anna Mariyani, M.Pd., tampil memaparkan materi riset bertajuk “Increasing Self-Efficacy Through the Creation of Problem-Based Learning Based Math Teaching Materials Using Kvisoft”.
Fokus penelitian ini menyoroti pengembangan bahan ajar matematika berbasis masalah (Problem-Based Learning) dengan bantuan aplikasi Kvisoft untuk meningkatkan efikasi diri dan pemahaman siswa.
“Tentu bangga bisa membawa nama STKIP Muhammadiyah Blora di forum internasional di Korea Selatan. Hasil joint research ini menjadi salah satu bentuk konkret luaran kerja sama kami bersama OLFU Filipina,” ujar Anna dalam keterangannya.
Program joint research sendiri merupakan kolaborasi penelitian yang mengombinasikan keahlian, pendanaan, serta fasilitas antar-lembaga lintas negara. Tujuannya tak lain untuk melahirkan inovasi akademik yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Rangkaian konferensi di Korea Selatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif mengenai pengembangan riset lintas negara, pertukaran ide antar-akademisi dunia, serta peluang kerja sama pendidikan global di masa depan.
Lewat capaian ini, STKIP Muhammadiyah Blora membuktikan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pengajaran lokal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam peta riset ilmiah internasional.

Komentar