Beranda » Mustika » Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar Dari Program MBG, Rakyat Diminta Tak Minder

Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar Dari Program MBG, Rakyat Diminta Tak Minder

Mustika Times – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia berhenti merasa rendah diri di hadapan negara lain. Ia menilai bangsa ini terlalu sering menaruh kagum berlebihan pada luar negeri, seolah rumput tetangga selalu lebih hijau, padahal dapur sendiri mulai mengepul tebal.

Prabowo menegaskan Indonesia justru mulai menjadi rujukan. Menurut dia, banyak negara kini datang untuk belajar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pemerintah jalankan.

“Kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Minder-minder-minder, selalu bangsa asing yang hebat. Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Banyak belajar MBG ke kita,” kata Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Pernyataan itu Prabowo sampaikan untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak selalu berada di bangku penonton. Dalam urusan pangan dan gizi, ia menilai Indonesia mulai naik ke panggung utama.

Demo Hari Buruh 2026 di Monas, KSPI Siapkan 7 Tuntutan dan Ribuan Massa

MBG Jadi Program Unggulan Indonesia

Prabowo menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu inovasi unggulan Indonesia. Program ini, kata dia, sudah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin.

Menurut Prabowo, cakupan itu membuat banyak negara mulai melirik Indonesia. Ia menilai tidak banyak negara mampu memberi makan puluhan juta orang secara teratur setiap pekan, dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya.

“Banyak negara, sekarang belajar MBG ke kita. Karena, dimana ada negara, bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya,”

Prabowo juga menjelaskan bahwa MBG tidak hanya bicara soal makanan gratis. Ia menyebut program ini juga bergerak seperti mesin ekonomi yang pelan tapi rakus menyerap tenaga dan hasil produksi.

Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Usul Gerbong Perempuan usai Tragedi Bekasi Ti

Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat desa, pemerintah berperan sebagai pembeli siaga atau offtaker. Skema ini membuat pemerintah menyerap hasil panen petani dan nelayan secara langsung.

Dengan pola itu, pemerintah berupaya memutus ketergantungan petani pada tengkulak. Pemerintah juga ingin menjaga harga tetap stabil saat panen raya, agar petani dan nelayan tidak terus menjual murah di ujung keringat mereka.

MBG Dorong Lapangan Kerja dan Koperasi

Selain menggerakkan sektor pangan, Prabowo menilai MBG juga bisa membuka lapangan kerja besar-besaran. Pemerintah menyiapkan 30.000 dapur MBG di seluruh Indonesia untuk menopang program tersebut.

Prabowo memperkirakan program ini mampu menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja. Angka itu membuka peluang besar, terutama bagi masyarakat desa yang selama ini terlalu sering berdiri di pinggir antrean kerja.

LSM Amatir Desak Satgas PKH Sita Lahan dan Aset PT Berkat Satu di Hutan Ria

Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti pengembangan Koperasi Merah Putih. Ia mengatakan pemerintah segera mengaktifkan 81.000 Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Prabowo menilai koperasi itu akan menjadi tulang punggung logistik nasional. Pemerintah bahkan memproyeksikan koperasi tersebut bisa menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Prabowo Klaim Dana Berasal dari Efisiensi

Prabowo mengatakan pemerintah membiayai Program MBG dan pengembangan Koperasi Merah Putih dari hasil efisiensi anggaran. Pemerintah, kata dia, menekan kebocoran dana yang selama ini bocor lewat celah korupsi.

“Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi dan kita gelontorkan ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar,” tegas Presiden.

Lewat program MBG, Prabowo melihat peluang besar bagi Indonesia untuk lepas landas secara ekonomi. Ia menilai penguatan gizi masyarakat dan ekonomi kerakyatan bisa menjadi landasan baru yang lebih kokoh, bukan sekadar janji yang pandai bertepuk tangan di podium.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *