Beranda » Mustika » UMT Perkuat KUI, Deni Iskandar Siapkan Mahasiswa Menembus Panggung Internasional

UMT Perkuat KUI, Deni Iskandar Siapkan Mahasiswa Menembus Panggung Internasional

Mustika Times – Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi memperkuat struktur organisasinya untuk periode 2026–2030. (10/05/26).

Langkah ini menjadi sinyal bahwa UMT tidak ingin sekadar berdiri di pinggir lintasan global, tetapi siap ikut berlari di jalur utama.

Dalam penyegaran tersebut, UMT melantik Deni Iskandar, S.S., M.Pd., Ph.D. sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pengembangan Bahasa. Di bawah arahan Direktur KUI, Deni kini memegang kemudi untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing dan linguistik sivitas akademika UMT.

Penunjukan Deni bukan keputusan yang datang seperti hujan tanpa awan. Rekam jejak akademik dan pengalaman internasionalnya menjadi fondasi yang kokoh. Deni merupakan alumni Pondok Pesantren Babus Salam Islamic Education Centre, Kota Tangerang.

Pemprov DKI Lanjutkan Pemutihan Ijazah 2026, Pramono Tebus 2.026 Dokumen Siswa Tertahan

Latar belakang sebagai santri tidak menghalangi langkahnya. Sebaliknya, status itu justru menjadi batu loncatan. Deni berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di The Queen’s University of Belfast, Irlandia Utara.

Perjalanan akademiknya membuktikan bahwa mimpi besar tidak mengenal batas, selama tekad terus menyala seperti kompas yang tak kehilangan arah.

Selama lima tahun di Belfast, Deni menekuni riset linguistik. Ia memilih kampus tersebut dengan pertimbangan matang, mulai dari ketersediaan pakar hingga efisiensi biaya hidup.

Pengalaman itu tidak hanya menambah gelar di belakang namanya, tetapi juga mengasah cara pandangnya tentang budaya kerja yang sehat.

SMK Muhammadiyah Ngawen Raih 2 Medali pada Ajang MCMB II Tingkat Kab Blora

Sekembalinya ke Indonesia, Deni membawa gagasan yang segar. Ia ingin menanamkan budaya kerja profesional yang menjunjung disiplin, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta nilai kesetaraan.

Di lingkungan kerja yang ia pelajari di Irlandia Utara, jabatan bukan singgasana yang kebal kritik. Aturan tetap menjadi raja, dan siapa pun berhak bersuara jika ada yang melenceng dari rel.

Dalam dunia pendidikan, Deni melihat satu tantangan yang masih mengganjal seperti kerikil di dalam sepatu: rendahnya kesadaran akan pentingnya bahasa asing untuk membuka pintu karier global.

Untuk menjawab tantangan itu, ia mendorong penerapan konsep learner autonomy atau kemandirian belajar. Mahasiswa diajak menentukan tujuan belajar yang spesifik dan aktif mengelola proses belajarnya sendiri.

Dongkrak Penjualan, Bambang Bos Santan Kelapa di Cipondoh Gandeng Kreator TikTok Randy Gavrilla dan Yama Carlos

Selain itu, Deni mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, platform seperti ChatGPT dapat menjadi mitra belajar yang efektif, baik untuk latihan berbicara maupun memeriksa tata bahasa.

Pendekatan ini ibarat memberi mahasiswa pancing, bukan sekadar ikan. Dengan alat yang tepat, mereka bisa terus belajar bahkan ketika dosen sudah menutup laptopnya.

Ke depan, Deni melihat peluang besar untuk membangun kerja sama internasional antara perguruan tinggi di Indonesia dan universitas di Irlandia Utara.

Jembatan akademik itu diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk menembus batas geografis.

Dengan menggabungkan nilai keadilan bahasa, profesionalisme, dan inovasi teknologi, KUI UMT optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga lincah berkomunikasi di panggung dunia. Jika ilmu adalah paspor, maka bahasa menjadi visa yang membuka gerbang ke mana saja.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *