Beranda » Mustika » Usia Senja Tetap Ceria, Paguyuban Pengusaha Jaga Tawa Bersama

Usia Senja Tetap Ceria, Paguyuban Pengusaha Jaga Tawa Bersama

Mustika Times- Bagi sebagian orang, masa pensiun identik dengan waktu untuk beristirahat. Namun, bagi Ibnu Markatab, masa tua justru menjadi ruang baru untuk tetap aktif, berbagi cerita, dan menikmati hidup bersama rekan-rekannya.

Sosok yang lama berkecimpung di dunia pendidikan itu kini menjalani hari-harinya dengan lebih santai, tetapi tetap penuh makna.

Ibnu merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Santo Markus dan pernah menjabat sebagai salah satu manajer di Sekolah Pondok Indah Don Bosco. Setelah pensiun di usia 70 tahun, ia memilih menjalani aktivitas sebagai pekerja lepas.

“Saya pensiun umur 70. Oke. Jadi semenjak umur 70 saya menjadi orang freelance. Tidak ada masalah apa-apa. Baik. Terima kasih sekali lagi ya Pak atas waktunya dan kesempatannya,” ucapnya saat diwawancarai di kediamanya.

Tingkatkan Skill Komunikasi Organisasi, Farah Ghifari Bagikan Tips Membangun Partisipasi Aktif dalam Organisasi

Guyuban Pengusaha yang Menjaga Kebersamaan

Saat ini, Ibnu tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jakarta yang lebih akrab disebut grup Alek Yuka. Dalam pertemuan yang berlangsung di Cemoro Jati Cafe & Resot, para anggota merayakan ulang tahun salah satu rekan mereka. Komunitas tersebut mengusung moto “bergembira ikut membangun Indonesia.”

Para anggota menciptakan suasana hangat dan penuh canda sepanjang acara. Mereka tidak membedakan latar belakang usaha maupun status sosial. Semua anggota duduk dan bercengkerama layaknya keluarga lama yang kembali bertemu.

“Kalau maaf itu nanti juga ada ulang lagi. Jadi nggak usah maaf, pokoknya maafnya sudah dengan otomatis. Itu pengusaha-pengusaha besar yang di situ tidak ada membedakan yang besar dan yang kecil. Adanya bergembira dan ingin ikut membangun Indonesia,” jelasnya seraya tertawa.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menghadirkan berbagai obrolan santai. Para anggota memilih berbagi pengalaman hidup dibanding membahas politik atau persoalan serius lainnya.

Konsolnas SEMA PTKIN di Semarang, Mahasiswa Masa Depan Bangsa

“Ya memang sharing tapi tidak mengenai politik tidak mengenai apa, tapi mengenai pribadi-pribadi yang ingin bersama menikmati hidup masa tua sehingga sebagai memperpanjang umur dan sihat nah,” katanya.

Suasana Penuh Tawa dan Energi Positif

Ibnu menilai suasana makan bersama menjadi momen paling menyenangkan dalam kegiatan tersebut. Meja makan berubah menjadi ruang berbagi cerita, tawa, dan kenangan lama yang terus hidup.

“Disitu makan masih banyak-banyak makannya. Makan banyak apa aja dimakan. Dan disitu semuanya nggak ada yang negatif, semuanya positif. Di mata anggota itu nggak ada yang negatif, tapi positif semua. Sehingga ini sudah berjalan 15 tahun, tapi masih berjalan dengan baik. Gitu,” tuturnya.

Meski sebagian besar anggota sudah berusia lanjut, semangat mereka tetap terasa kuat. Mereka tetap aktif bercanda dan menikmati suasana seperti anak muda yang berkumpul setelah lama berpisah.

512 Pensiunan KAI Divre I Medan Ikuti Silaturahmi dan Kampanye Hidup Sehat

“Paling muda, 75. Paling tua, 87,” ungkap Ibnu.

Ibnu juga mengaku kagum dengan kondisi kesehatan para anggota. Selama acara berlangsung, ia tidak melihat satu pun anggota yang mengonsumsi obat atau mengalami gangguan kesehatan.

“Semuanya tampak sehat. Dan waktu itu ketemuan selama itu juga nggak ada yang makan obat, Mas. Jadi semuanya happy saja. Yang umur 87 juga masih bisa ha-ha-hi-hi. Yang mudah menyesuaikan. Untuk saya sendiri, umur saya kan 80. Tapi ya, bisa menyesuaikan lah. Baik,” ujarnya.

Candaan yang Jadi Perekat Pertemanan

Keceriaan semakin terasa ketika para anggota mulai saling melempar candaan. Meski saling menggoda, mereka tetap menjaga batas dan tidak menyerang persoalan pribadi.

“Lucu-lucuan, ngata-ngatain, tapi sebatas tidak mengenai pribadi. Tapi ngatain, misalnya, Pak, dia mah tukang nakal dulu. Terus saya numpangin, saya dulu udah nakal, terus sembuh, ketemu grup ini, saya jadi nakal lagi. Itu menjadi kebahagiaan kita,” imbuhnya.

Harapan untuk Terus Bersinergi

Usai kegiatan tersebut, Ibnu berharap kebersamaan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun dapat terus bertahan. Ia juga berharap media dapat ikut mendokumentasikan berbagai kegiatan komunitas agar kenangan dan semangat kebersamaan tetap terjaga.

“Terus mengenai perusahaan-perusahaan dia cukup baik, mungkin kalau ada kehadiran media bisa berkembang, dan nanti bisa dikembangkan, untuk kebersamaannya, untuk mendokumentasikan dan membagikan kenangan. Semoga dapat terus berkolaborasi,” harapnya.

“Semoga dapat bersinergi antara perusahaan yang dimiki oleh para anggota dengan media seperti ini.” pungkasnya.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *