Beranda » Mustika » Konsolnas SEMA PTKIN di Semarang, Mahasiswa Masa Depan Bangsa

Konsolnas SEMA PTKIN di Semarang, Mahasiswa Masa Depan Bangsa

Semarang, Mustika Times – UIN Walisongo Semarang menjadi tuan rumah kegiatan Konsolidasi Nasional Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEMA PTKIN) Se-Indonesia yang berlangsung selama tiga hari.

Pada hari kedua rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Kebangsaan di Aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kota Semarang, Rabu (20/5/2026).

Dalam forum tersebut materi pertama menggakat tema “Merawat Indonesia, Menyemai Masa Depan” yang disampaikan oleh Fatkhurohman dari Kesbangpol Kota Semarang yang hadir mewakili Wakil Wali Kota Semarang.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa PTKIN memiliki peran sebagai penjaga akal sehat republik melalui sikap kritis, moral force, dan kemampuan menghadirkan solusi ditengah berbagai tantangan generasi muda.

Tingkatkan Skill Komunikasi Organisasi, Farah Ghifari Bagikan Tips Membangun Partisipasi Aktif dalam Organisasi

“Mahasiswa selain berpikir kritis juga harus bisa memberikan solusi,” ujarnya

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menjalankan program yang berdampak bagi masyarakat.

“Punya program kegiatan yang mendukung pemerintah Kota Semarang. Kalau di luar Kota Semarang misalnya di UIN Kudus atau UIN Pekalongan, pasti aturannya sama,” lanjutnya.

Mahasiswa Agen Perubahan Sosial

512 Pensiunan KAI Divre I Medan Ikuti Silaturahmi dan Kampanye Hidup Sehat

Sementara itu, materi mengenai penguatan demokrasi substantif disampaikan oleh Muhaimin, Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah.

Ia menjelaskan demokrasi substantif tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pemilu, tetapi juga menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik.

Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu mengawal transparansi pemerintahan, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun ruang partisipasi publik dan penguatan demokrasi di tengah masyarakat.

Usia Senja Tetap Ceria, Paguyuban Pengusaha Jaga Tawa Bersama

“Mahasiswa adalah komponen besar. Jadi, mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat ketidakadilan di negeri ini,” ujar Muhaimin.

Forum Diskusi Kebangsaan tersebut juga membahas peran mahasiswa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba yang disampaikan oleh Toton Rasyid dari BNN Jawa Tengah.

Ia menyebutkan Indonesia masih menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba internasional karena jumlah penduduk yang besar serta kondisi geografis yang luas.

Melalui materi tersebut, mahasiswa dinilai memiliki peran penting dalam membangun edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan kampus dan generasi muda.

Selain menjadi ruang diskusi terkait isu kebangsaan, forum Konsolidasi Nasional tersebut juga menjadi wadah penguatan komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antar mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah.

Salah satu peserta, M. Ivanka Hermawan, mengapresiasi panitia pelaksana serta seluruh delegasi yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan Konsolnas tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga memperkuat silaturahmi, pertukaran gagasan, serta semangat kolektif antar mahasiswa PTKIN se-Indonesia.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat gagasan, dan membangun semangat kolektif antar mahasiswa PTKIN se-Indonesia,” ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PTKIN diharapkan mampu memperkuat peran sebagai agen perubahan sosial serta membangun gerakan mahasiswa yang positif, kolaboratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *