Beranda » Mustika » Pemerintah Evaluasi Izin Green SM Usai Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi

Pemerintah Evaluasi Izin Green SM Usai Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi

Mustika Times-  Pasca-kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi, pemerintah langsung bergerak. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Kementerian Perhubungan segera mengevaluasi izin operasional taksi Green SM usai insiden yang mengguncang Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Langkah ini muncul setelah tabrakan maut antara Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line menyeret nama Green SM ke tengah pusaran. Mobil yang diduga mogok di jalur rel itu kini tak cuma jadi bangkai besi, tetapi juga pemantik evaluasi besar di sektor transportasi.

Kemenhub Evaluasi Operasional Green SM

Teddy menegaskan Kementerian Perhubungan akan mengkaji operasional Green SM secara menyeluruh. Pemerintah tak ingin insiden ini berhenti sebagai kabar duka semata, lalu menguap seperti asap knalpot di jalanan padat.

Ia menjelaskan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menginstruksikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan untuk mengevaluasi perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.

Harga Emas Melemah ke US$4.600, Pasar Tunggu The Fed dan Dampak Perang Iran

“Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green,” kata Seskab.

Pemerintah Benahi Sistem Keselamatan

Selain mengevaluasi perusahaan, pemerintah juga membidik akar masalah yang lebih dalam. Teddy menyebut langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian agar kejadian serupa tak kembali mengintai.

Menurut dia, pemerintah akan menata ulang sistem pengamanan di perlintasan kereta api. Jalur rel tak boleh lagi jadi panggung liar tempat maut lewat tanpa undangan.

Pemerintah, kata Teddy, berkomitmen memperkuat sistem pengamanan di titik rawan, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat seperti Bekasi.

Rosan Roeslani Minta Audit Total Usai Tabrakan Kereta Bekasi, 14 Orang Tewas

Prabowo Setujui Pembangunan Flyover

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memangkas risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini rawan jadi jebakan besi.

“Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut,” kata Teddy.

Pembangunan flyover diharapkan menjadi jalan keluar yang lebih waras. Saat arus kendaraan terus menebal, perlintasan sebidang sudah terlalu sering mengajak maut bermain petak umpet.

Green SM Dukung Investigasi

Sementara itu, Green SM Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi. Perusahaan juga berjanji meningkatkan standar keselamatan di tengah sorotan tajam publik.

Tip Kurir ShopeeFood: Receh Buat Kita, Tambahan Buat Mereka

Pernyataan itu muncul di tengah laporan yang menyebut 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Dugaan sementara menyebut kecelakaan dipicu kendaraan yang mogok di jalur rel.

Kini, sorotan tak hanya tertuju pada siapa yang salah, tetapi juga seberapa serius semua pihak berbenah. Sebab di jalur sibuk seperti Bekasi, satu mesin mati bisa menyeret nyawa ke tikungan paling gelap.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *