Depok, Mustika Times – Momentum Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Depok justru dibayangi sorotan tajam soal infrastruktur. Di tengah pesta ulang tahun kota, warga Perumahan Sawangan Village, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, masih harus berjibaku dengan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
Jalan penuh lubang itu sudah lama berubah jadi jebakan harian. Saat hujan, jalan menjelma kubangan licin yang siap menjegal pengendara. Saat kemarau, debu beterbangan seperti tamu bandel yang masuk tanpa permisi. Warga pun harus menanggung risiko setiap kali melintas.
Ketua RW 15 Sawangan Village, Faisal, mengaku kesabaran warga sudah habis. Ia menilai pihak pengembang terus mengulur waktu dan bersembunyi di balik alasan lama yang terus dipoles.
“Saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak developer, tapi alasannya selalu soal anggaran dan BAST. Sementara warga terus dirugikan. Kami tidak butuh alasan lagi, kami butuh tindakan,” tegas Faisal.
Menurut Faisal, warga bahkan terpaksa menambal jalan secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan. Namun, cara itu hanya jadi plester tipis di luka yang terus menganga.
“Kami sudah tambal sulam pakai dana pribadi warga. Tapi ini bukan tanggung jawab kami sepenuhnya. Dalam momentum HUT Kota Depok, kami minta Pemkot segera turun tangan,” ujarnya.
Jalan Rusak Ancam Keselamatan Warga
Senada, Ketua RT 01 Ahmad Iyan menyebut kondisi jalan terus memburuk dari waktu ke waktu. Menurutnya, jalan itu berubah jadi kubangan lumpur saat hujan dan berubah jadi ladang debu saat panas.
“Kalau hujan becek dan licin, kalau panas berdebu. Ini sangat parah dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Selain itu, Iyan menyoroti belum adanya langkah nyata dari pihak terkait. Ia juga menyinggung janji yang sempat muncul saat masa kampanye, tetapi sampai sekarang belum juga turun ke aspal.
Lebih jauh, Iyan mengungkapkan kerusakan jalan itu sudah memicu sejumlah kecelakaan. Bahkan, kata dia, kondisi tersebut sudah merenggut korban jiwa.
“Sudah ada korban meninggal dunia dan beberapa luka-luka. Ini bukan hal sepele, ini menyangkut keselamatan,” tegasnya.
Warga Rogoh Rp60 Juta, Jalan Tetap Rusak
Iyan mengatakan warga sebenarnya sudah bergerak lebih dulu. Mereka mengumpulkan dana swadaya hingga sekitar Rp60 juta untuk mengaspal jalan. Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama dan kembali rusak digerus cuaca.
“Kalau terus mengandalkan swadaya warga, jelas tidak kuat. Ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pihak terkait,” ujarnya.
Warga juga sudah berulang kali melayangkan keluhan ke kelurahan dan instansi terkait. Namun, sampai sekarang, keluhan itu seperti batu yang dilempar ke sumur, terdengar jatuh tetapi tak pernah kembali.
Karena itu, warga meminta Pemerintah Kota Depok turun langsung dan menyelesaikan persoalan ini sampai tuntas. Mereka juga menagih janji politik Wali Kota Depok Supian Suri soal perbaikan infrastruktur yang sampai kini belum juga terlihat bentuknya.
Di tengah perayaan ulang tahun Kota Depok, Iyan meminta pemerintah tidak sibuk meniup lilin seremoni sambil menutup mata pada jalan yang rusak parah. Menurutnya, perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan warga setiap hari.
“Jangan sampai HUT kota hanya jadi seremoni. Kami ingin bukti nyata. Jalan ini harus segera diperbaiki,” pungkas Iyan.

Komentar