Beranda » Mustika » Nutri Discuss #1, HMJ Gizi Angkat Isu Pola Makan Emosional dan Gizi

Nutri Discuss #1, HMJ Gizi Angkat Isu Pola Makan Emosional dan Gizi

Semarang, Mustika Times – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi UIN Walisongo menggelar kegiatan Nutri Discuss #1 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk saling bertukar, serta meperluas wawasan pemahaman terkait isu-isu gizi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, di Laboratorium Dawah (Labda) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 46 peserta dari berbagai jurusan ini, diawali dengan pengisian materi Self-Reward dengan Makanan: Bentuk Self-Love atau Pola Makan Emosional dari Farah Maura Ghifari. Ia menjelaskan kecenderungan mengonsumsi makanan seperti pedas, berlemak, dan manis itu berkaitan dengan hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi mood seseorang.

“Emotional eating bukan semata-mata berasal dari keinginan diri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh kondisi psikologis individu,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dalam memilih bentuk self reward yang lebih sehat seperti melakukan aktivitas olahraga, dan tidak harus diwujudan dengan makanan.

HUT Depok ke-27 Dihantam Kritik, Warga Sawangan Tagih Janji Perbaikan Jalan Rusak

Setelah penyampaian materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Untuk legih mewujudkan kegiatan Nutri Discuss #1, peserta kegiatan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pihak pro dan pihak kontra dalam sesi debat kelompok, dengan isu pembahasan selr reward.

Pihak pro menyampaikan bahwa self reward melalui makanan merupakan hal yang wajar karena makan merupakan kebutuhan biologis. Selain itu, konsumsi makanan dalam konteks tertentu juga dipandang sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan emosional.

Sedangkan, pihak kontra berpendapat bahwa self reward dengan makanan tetap dapat dilakukan, namun perlu diimbangi dengan aktivitas lain, seperti olahraga, guna menjaga keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Selain itu, stres dinilai tidak selalu harus disalurkan melalui konsumsi makanan, melainkan dapat dialihkan ke aktivitas positif lainnya agar individu tidak bergantung pada makanan sebagai sarana pelampiasan emosi.

Kemudian, diakhir sesi kegiatan, peserta mengisi Google Form terkait pemahaman terhadap materi dan bahan evaluasi untuk panitia kegiatan, dan kedepannya Nutri Discuss diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan guna mendorong peningkatan kualitas diskusi akademik dan wawasan di kalangan mahasiswa.

Di Balik Tambang Emas Maluk, Perempuan Menanggung Debu, Air Keruh, dan Janji Kerja Palsu

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *