Beranda » Mustika » Wali Kota Supian Suri Ajak Warga Stop Bully Depok di Media Sosial

Wali Kota Supian Suri Ajak Warga Stop Bully Depok di Media Sosial

Depok, Mustika Times – Wali Kota Depok Supian Suri mengajak warga dan warganet menghentikan budaya membully Kota Depok. Ia juga meminta publik berhenti menyebarkan hoaks yang terus liar di media sosial.

Supian menyampaikan ajakan itu usai peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Depok di Balai Kota Depok, Senin (27/4/2026).

Menurut Supian, ulang tahun Kota Depok bukan sekadar seremoni tahunan. Sebaliknya, momen ini menjadi pengingat bahwa Depok terus tumbuh dan bergerak. Namun, di saat yang sama, kota ini masih sering menjadi sasaran olok-olok di media sosial.

“Atas nama Wali Kota Depok bersama Wakil Wali Kota Depok, Pak Chandra Rahmansyah, saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh masyarakat Kota Depok. Semoga semangat kebersamaan ini bisa mewujudkan Depok yang maju, Jawa Barat istimewa, dan Indonesia Emas 2045,” ujar Supian Suri kepada awak media di Balai Kota Depok.

HUT Depok ke-27 Dihantam Kritik, Warga Sawangan Tagih Janji Perbaikan Jalan Rusak

Supian Soroti Candaan soal Depok di Media Sosial

Lebih lanjut, Supian menyoroti kebiasaan warganet yang kerap menjadikan Depok bahan candaan. Misalnya, isu seperti “pocong keliling” hingga “keranda terbang” terus muncul dan menyebar cepat. Akibatnya, narasi seperti itu tumbuh liar dan kerap menyesatkan publik.

Meski begitu, ia menegaskan kritik terhadap Depok tetap terbuka. Namun, kritik harus lahir dari fakta, bukan dari cerita yang dibumbui demi sensasi.

“Jangan terus-terusan membully Depok. Kita ini kota yang sedang berkembang. Kritik silakan, tapi jangan hoaks dibesar-besarkan,” ujarnya.

Selain itu, Supian menilai cerita mistis yang tidak berdasar hanya merusak citra kota. Bahkan, narasi seperti itu ikut menyeret warga Depok ke ruang candaan yang tidak sehat. Karena itu, ia meminta publik berhenti membesarkan cerita bohong.

Di Balik Tambang Emas Maluk, Perempuan Menanggung Debu, Air Keruh, dan Janji Kerja Palsu

“Di Depok tidak ada pocong keliling, tidak ada keranda terbang. Jangan dibuat seolah-olah itu nyata. Kita harus bangga dengan kota kita,” pungkasnya.

Pemkot Depok Fokus Bangun Kota dan Buka Lapangan Kerja

Sementara itu, di usia ke-27 tahun, Pemerintah Kota Depok terus mendorong pembangunan di berbagai sektor. Pemkot Depok memprioritaskan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja.

Dengan begitu, pemerintah ingin Depok tumbuh sebagai kota yang maju dan kompetitif.

Di akhir pernyataannya, Supian menegaskan komitmen Pemkot Depok untuk membuka lebih banyak peluang kerja. Karena itu, ia ingin generasi muda Depok ikut tumbuh bersama kotanya.

Para Perasuk, Film Baru Wregas Bhanuteja yang Bongkar Mitos dan Perebutan Ruang Hidup

Selanjutnya, Pemkot terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *