Mustika Times – Lanjutan Super League kembali menyajikan duel panas saat Madura United menjamu Dewa United. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu (25/4), menghadirkan drama yang sempat berpihak ke tuan rumah sebelum akhirnya dibalik Dewa United dengan cara yang rapi dan tajam.
Madura United membuka laga dengan injakan gas yang langsung dalam. Tuan rumah belum memberi lawan waktu bernapas saat Brandao lebih dulu menjebol gawang Dewa United pada menit ketujuh.
Penyerang asal Brasil itu memaksimalkan umpan Iran Junior dan membawa Madura United unggul cepat. Gol itu datang seperti tamparan pembuka, singkat tapi cukup membuat pertandingan langsung memanas.
Setelah tertinggal, Dewa United tidak panik. Tim tamu justru mulai merapikan ritme dan menunggu celah seperti pemburu yang sabar mengintai mangsa. Upaya itu baru benar-benar meledak di babak kedua.
Dewa United bangkit dengan wajah yang jauh lebih tajam selepas turun minum. Dalam rentang lima menit, Rocky Kambuaya menjelma mimpi buruk bagi pertahanan Madura United. Gelandang lincah itu mencetak dua gol cepat dan membalikkan keadaan jadi 2-1 untuk tim tamu.
Rocky membuka gol pertamanya lewat skema serangan balik yang rapi. Ia menuntaskan peluang dengan tenang dan menunjukkan sentuhan akhir yang matang. Tidak lama kemudian, ia kembali menusuk dan menghukum pertahanan Madura United untuk kedua kalinya. Dua tusukan cepat itu seperti pisau yang masuk tanpa banyak suara, tetapi cukup untuk merobek arah pertandingan.
Madura United sempat mencoba mengejar setelah tertinggal. Namun, Dewa United bermain lebih disiplin di sisa waktu dan menutup ruang dengan rapat. Hingga peluit akhir berbunyi, tidak ada gol tambahan yang lahir.
Dewa United pun menutup laga dengan kemenangan comeback 2-1 atas Madura United. Hasil ini mengangkat Banten Warriors ke peringkat ketujuh klasemen dengan 44 poin dari 29 pertandingan.
Sementara itu, Madura United masih tertahan di zona degradasi. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu kini menempati peringkat ke-16 dengan 26 poin dari 29 laga. Kekalahan ini membuat tekanan makin tebal, sementara napas kompetisi kian terasa sempit.

Komentar