Beranda » Mustika » Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 pada 2026,

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 pada 2026,

Jakarta, Mustika Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap percaya diri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus level 10.000 pada 2026.

Di tengah pasar yang masih limbung dan sentimen negatif yang menari liar, ia menilai target itu tetap realistis selama fondasi ekonomi tetap berdiri kokoh.

“Bisa lah (10.000 tahun ini),” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Meski begitu, Purbaya tidak menutup mata. Ia mengakui pasar masih bergerak liar, seperti ombak yang naik turun karena angin, bukan karena dasar lautnya bergeser.

Wasit Indonesia Pimpin Final ASEAN U-17 2026 Malaysia vs Vietnam

Namun, ia menegaskan pemerintah tidak mengejar angka IHSG semata. Ia memilih menjaga mesin ekonomi tetap bertenaga agar pasar menemukan ritmenya sendiri.

“Fokus saya adalah jaga fundamental ekonomi. Bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya,” ucapnya.

Karena itu, Purbaya menilai pergerakan IHSG saat ini lebih sering dipicu “noise” atau suara gaduh yang muncul di luar fundamental ekonomi Indonesia.

Dalam pandangannya, gejolak pasar belakangan ini bukan cermin murni kondisi domestik, melainkan riuh sentimen yang membuat pasar mudah gelisah.

Dony Tri Fokus Bersama Persija, Abaikan Rumor Klub Luar Negeri

“Sekarang banyak noise. Banyak yang protes-protes itu. Saya beresin,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung langkah penyesuaian kebijakan ke luar negeri untuk meredam tekanan eksternal. Menurutnya, kebisingan dari luar negeri kerap menyelinap ke pasar domestik dan ikut menggoyang ritme perdagangan.

“Mau menyesuaikan ke luar negeri kemarin, untuk mengendalikan noise di luar negeri sana,” jelasnya.

Meski pasar masih diguncang sentimen, Purbaya tetap yakin arah pergerakan IHSG akan kembali ke rel. Jika ekonomi terus tumbuh sehat, IHSG hanya perlu waktu untuk bangkit lalu melaju lebih tinggi.

Belanja Grosir Hemat: Cara Cerdas Menekan Pengeluaran Rumah Tangga

“Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat,” tuturnya.

IHSG Turun 3,38 Persen, Sektor Siklikal Jadi Beban Utama

Sementara itu, IHSG belum keluar dari tekanan. Pada penutupan perdagangan Jumat, indeks terkoreksi 249,1 poin atau 3,38 persen lalu berhenti di level 7.129,490.

Koreksi itu menambah tekanan yang terus menahan laju pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah sektor ikut terseret. Sektor siklikal memimpin pelemahan setelah turun 4,14 persen. Berikutnya, sektor infrastruktur melemah 4,03 persen, sektor energi turun 3,82 persen, sektor properti terkikis 3,73 persen, dan sektor transportasi turun 3,33 persen.

Meski layar perdagangan masih merah dan pasar tampak seperti mesin yang sedang batuk, Purbaya melihat fondasi ekonomi Indonesia belum retak.

Selama mesin utamanya tetap menyala, ia percaya IHSG hanya sedang menepi sebentar sebelum kembali tancap gas.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *