Beranda » Mustika » Prabowo Rapat Empat Mata dengan Rosan, Gas Hilirisasi dari Hambalang

Prabowo Rapat Empat Mata dengan Rosan, Gas Hilirisasi dari Hambalang

Mustika Times – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan ini berlangsung tertutup, tetapi arah pembahasannya jelas: pemerintah ingin mempercepat hilirisasi dan memperkuat investasi nasional.

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Rosan membahas sejumlah program prioritas. Keduanya menyusun langkah konkret sekaligus mendorong percepatan agar hilirisasi tidak berjalan di tempat.

Selanjutnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan dua fokus utama dari pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan.

Transformasi Pendidikan Butuh Kolaborasi, Wamendikdasmen Fajar Soroti Peran Sekolah dan Guru

“Pertama, perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera di 13 lokasi,” kata Teddy, mengutip Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (24/4/2026).

Selain itu, pemerintah juga membahas minat sejumlah investor yang siap menanamkan modal di Indonesia. Pemerintah tidak hanya menyiapkan proyek, tetapi juga membuka pintu bagi investasi baru.

Lebih jauh, Teddy menyampaikan keinginan Presiden agar hilirisasi tidak berhenti pada sektor energi dan mineral. Prabowo mendorong pengembangan hilirisasi di sektor pertanian agar menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

Di sisi lain, Rosan Roeslani menyampaikan hasil pertemuan tersebut melalui akun Instagram resminya. Ia menegaskan bahwa Presiden memberikan arahan strategis terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara.

AI Masuk Dapur Redaksi, Associated Press Pangkas Lebih dari 120 Jurnalis

“Terima kasih Bapak Presiden atas arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara, hari ini di Hambalang,” ujarnya.

Rosan juga menyampaikan optimisme pemerintah terhadap masa depan investasi Indonesia. Ia menilai hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat industri nasional.

“Investasi di Indonesia insya Allah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembangunan 13 proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar Rp239 triliun dalam rapat terbatas di Hambalang pada Rabu (25/3/2026).

Kerja Keras Digas, Nasib Tetap Terbatas: Wajah Nyata Kemiskinan Sistemik

Proyek-proyek tersebut menambah program hilirisasi yang sudah berjalan. Pemerintah memperluas langkah untuk mempercepat penguatan industri nasional.

“Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi,” kata Bahlil usai rapat.

Sementara itu, pemerintah menjalankan tahap awal hilirisasi melalui 20 proyek. Sebagian proyek sudah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya akan segera menyusul.

“Tahap pertama yang 20 item, sebagian sudah di-groundbreaking, dan sebagian lagi bulan depan sudah akan dilakukan groundbreaking,” ujarnya.

Tak berhenti di hilirisasi, pemerintah juga mengembangkan energi alternatif untuk memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.

Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya membangun industri dari hulu ke hilir, tetapi juga menjaga agar mesin ekonomi tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *