Jakarta, Mustika Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membawa kabar yang bikin perjalanan terasa lebih ringan. Pemprov DKI Jakarta menggratiskan seluruh transportasi umum (transum) pada Jumat (24/4/2026) untuk memperingati Hari Transportasi Nasional.
Lewat unggahan di akun Instagram resminya, Pramono langsung mengajak warga ikut merayakan momen ini dengan cara sederhana.
“Selamat Hari Transportasi Nasional, pada tanggal 24 April ini, Pemerintah DKI Jakarta menyambut Hari Transportasi, akan memberikan fasilitas kemudahan atau gratis,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (23/4/2026).
Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
Selanjutnya, Pramono menjelaskan tujuan kebijakan ini. Pemprov ingin membiasakan masyarakat menggunakan transportasi umum yang sudah tersedia. Pemerintah tidak sekadar memberi gratis, tetapi juga menanam kebiasaan baru agar warga meninggalkan kendaraan pribadi.
Pada hari ini, warga cukup membayar Rp1 untuk naik MRT, LRT, dan TransJakarta. Tarif simbolis ini menjadi “pintu perkenalan” agar masyarakat mencoba layanan yang ada.
Di saat yang sama, Pemprov terus meningkatkan kualitas fasilitas agar masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi umum dan makin tertarik untuk beralih.
Sementara itu, Hari Transportasi Nasional tidak hadir sebagai seremoni kosong. Peringatan ini mengajak masyarakat melihat perjalanan panjang angkutan umum di Indonesia.
Sejarah mencatat, Indonesia sudah mengenal kendaraan umum sejak masa penjajahan Jepang pada 1943. Saat itu, masyarakat hanya mengenal truk dan gerobak. Tentara Jepang menggunakan kendaraan tersebut untuk mengangkut barang dengan mesin motor sederhana.
Dua lembaga mengelola kendaraan tersebut, yaitu Unyu Zigyosha dan Zidosha Sokyoko. Kini, publik mengenalnya sebagai cikal bakal Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI). Unyu Zigyosha juga dikenal sebagai Djawatan Pengangkoetan.
Perkembangan Transportasi dari Masa ke Masa
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah langsung menggabungkan kedua lembaga itu menjadi satu sistem angkutan negara. Dari langkah ini, DAMRI berkembang dan mulai menyediakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari bus hingga truk.
Kini, transportasi umum di Indonesia terus berkembang dan semakin beragam, terutama pada moda darat. Angkutan umum tidak hanya memindahkan penumpang, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dan menghubungkan kehidupan sosial masyarakat.
Hari ini, Jakarta menggratiskan tarif dan membuka akses transportasi selebar mungkin, seolah mengirim pesan tegas: naik transportasi umum bukan sekadar hemat biaya, tetapi juga langkah nyata menuju kota yang lebih tertib, efisien, dan terhubung.

Komentar