Beranda » Mustika » Geisha Rilis “Geram”, Lagu tentang Pengkhianatan dan Amarah yang Lama Dipendam

Geisha Rilis “Geram”, Lagu tentang Pengkhianatan dan Amarah yang Lama Dipendam

Mustika Times – Geisha kembali mengetuk pintu telinga pendengar lewat single terbaru berjudul “Geram”. Lagu ini menangkap satu momen yang kerap datang diam-diam dalam sebuah hubungan: saat kesabaran sudah habis, lalu amarah keluar seperti air bah yang jebol dari bendungannya.

Kali ini, Geisha hadir dengan formasi Regina Poetiray sebagai vokalis, Nard pada bass, dan Dhan di keyboard. Mereka menegaskan bahwa Geisha bukan sekadar band nostalgia yang hidup di album-album lama. Sebaliknya, Geisha ingin terus tumbuh bersama pendengarnya, seperti teman lama yang masih duduk di meja yang sama, tetapi membawa cerita yang lebih dewasa.

Single “Geram” bercerita tentang seseorang yang setia menjaga cinta dan menaruh kepercayaan sepenuh hati. Namun, semua itu runtuh ketika pengkhianatan datang mengetuk pintu.

Kehadiran orang ketiga menjadi batu kecil yang akhirnya merobohkan tembok hubungan yang selama ini dibangun mati-matian.

KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek Jalur Kereta Lewat Orang Kepercayaan

Akibatnya, rasa sakit tidak lagi bisa disimpan rapi di sudut hati. Kesabaran yang semula tenang perlahan berubah menjadi amarah. Cinta yang dulu dijaga seperti bara dalam genggaman, kini justru berubah menjadi api yang membakar dari dalam.

“Geram adalah titik di mana seseorang tidak lagi bisa menahan semuanya sendirian. Bukan sekadar marah, tapi akumulasi dari rasa kecewa dan sakit yang terlalu lama dipendam,” ungkap Geisha.

Lirik “Geram” Jadi Ledakan Emosi

Nuansa itu terasa kuat lewat lirik, “Geram rasa hatiku, tak terima kau sayat lubuk hatiku, hingga terkoyak tumpahkan luka”. Lirik tersebut mewakili perasaan seseorang yang mengalami pengkhianatan.

Kata-katanya tidak berteriak terlalu keras, tetapi justru menusuk pelan, seperti pecahan kaca yang tertinggal di dalam dada.

Kritik MUI Picu Pramono Ubah Prosedur Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu

Lalu, emosi lagu ini mencapai puncaknya saat Geisha melontarkan lirik, “Sungguh benci, benci kamu dan dia”. Kalimat itu terdengar seperti seseorang membanting pintu setelah terlalu lama membiarkannya terbuka. Tidak ada lagi ruang untuk menutupi luka. Tidak ada lagi topeng yang menahan ledakan perasaan.

Menariknya, Geisha tidak membungkus luka dalam “Geram” dengan pertengkaran besar atau drama yang berlebihan. Band ini justru menunjukkan bahwa rasa sakit paling tajam sering tumbuh dalam diam. Ia bergerak pelan, licin seperti asap, lalu tiba-tiba memenuhi seluruh ruang.

Video Musik “Geram” Tampilkan Luka dalam Diam

Selain itu, Geisha memperkuat cerita tersebut lewat video musik “Geram” yang tayang di kanal YouTube Geisha Indonesia. Regina Poetiray tampil langsung sebagai tokoh utama. Dalam video itu, Regina memerankan seorang istri yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya berselingkuh.

Video itu membangun konflik secara perlahan, seperti hujan yang awalnya hanya rintik sebelum berubah menjadi badai. Regina mulai menangkap tanda-tanda kecil yang membuatnya curiga.

Dirty Heads Rilis Single “One of Those Days” untuk Buka Album “7 Seas”

Perubahan sikap sang suami lebih dulu memantik kecurigaan. Setelah itu, detail-detail kecil ikut membuka tabir, termasuk aroma parfum asing yang terasa seperti tamu gelap di rumahnya sendiri.

Namun, Regina tidak langsung meledak. Ia memilih memendam semuanya. Ia menahan amarah, menyimpan rasa geram, lalu perlahan memilih pasrah ketika kenyataan akhirnya berdiri telanjang di depan matanya.

Di titik itu, luka terasa lebih kejam karena datang tanpa suara, seperti pencuri yang masuk lewat pintu yang selama ini ia jaga sendiri.

Lewat “Geram”, Geisha ingin mengingatkan bahwa geram bukan hanya soal marah. Geram juga bisa lahir dari rasa lelah yang terlalu lama disimpan. Tidak semua emosi keluar lewat teriakan. Kadang, orang yang terlihat paling tenang justru sedang membawa badai paling besar di dalam kepalanya.

Karena itu, lagu ini terasa dekat dengan banyak orang. “Geram” menjadi pengingat bahwa setiap orang punya batas. Saat batas itu akhirnya pecah, tidak ada yang salah untuk mengakui bahwa hati juga bisa lelah.

Single “Geram” resmi rilis di seluruh platform musik digital pada 15 April 2026. Sementara itu, video musiknya tayang di kanal YouTube Geisha Indonesia mulai 22 April 2026.

Artikel Terkait